Katanya 40 Hari Masih Berada Di Rumah

Katanya 40 Hari Masih Berada Di Rumah

Ini kejadian sudah beberapa tahun yang lalu kalau nggak salah waktu kelas 6 SD. Dan ini kejadian nggak akan pernah terlupakan.

Kelas 6 SD coba, bisa apa gue? Paling juga Cuma bisa lari.

Beberapa hari sebelumnya ada tetangga gue yang meninggal, meninggal karena emang udah waktunya diambil yang maha kuasa. Dia kakek-kakek udah tua *yaiyalah* dan di rumahnya itu buka toko klontong. Gue disuruh sama nenek untuk beli gula pasir kerumah kakek tadi yang sudah meninggal, rasanya ngeri aja, beberapa hari lalu meninggal eh… disuruh dateng ke rumahnya beli gula pasir, ngapain beli gula lihat wajah gue aja pasti udah manis… ea… ea… 😀

“Mbah…” kata gue berharap agar yang keluar bukan kakek yang sudah meninggal itu melainkan istrinya.
“Mbah… tumbas (Mbah beli)” kata gue lagi, tapi kok nggak ada orang yang jawab.

Beberapa menit hening dan tiba-tiba gue merinding, tengok sana-sini sama aja nggak ada siapa-siapa, dan gue mikir masa siang-siang ada setan yang keluyuran yang tiba-tiba keluar dengan muka pucat pasi penuh darah… hiii atut…. hoek! (mulai alay)

“Mbah!! Tumbas!!” kata gue mulai marah “nek ora njedul aku mutung!” (kalau nggak keluar gue marah)
Tiba-tiba ada angin berhembus yang buat gue semakin merinding, otak gue yang dodol pun semakin dodol, pikiran sehat pun hilang, gue mulai takut kalau apa yang gue pikirin itu terjadi.
“I…yo…” seseorang menjawab dari dalam rumah, tapi nggak ada wujudnya.

DEGG!!!

Jantung gue berdetak kencang banget hampir mau copot. Apa jangan-jangan mbah Wiro yang jawab tadi, kan udah mati. Pikir gue. Dengan wajah kepo abis gue masuk ke dalam rumahnya dan tengak-tengok yang ternyata emang tidak ada seorangpun.

“I…yo…” kembali ada suara orang yang menjawab, suaranya itu persis seperti suara mbah Wiro (kakek yang sudah meninggal) dan ditambah suara yang lemas dan melas, serak seperti menahan rasa sakit.
“Sopo? (siapa)” tanya gue tapi tidak ada jawaban.

Gue yang sudah ketakutan tingkat dewa mulai panik, bingung harus ngapain, ditanya nggak ada yang jawab. Dan alhasil dengan alasan masih anak SD yang pikirannya belum dewasa gue langsung ambil gula pasir di dalam lemari dan langsung pergi lari ketakutan tanpa naruh uang buat bayar gulanya.

Dan hingga saat ini gue masih bingung itu beneran mbah Wiro yang jawab atau bukan. Sedikit percaya karena kata orang, orang yang sudah meninggal itu masih ada di rumahnya selama 40 hari. Entahlah yang penting gue udah bisa menikmati es teh dengan gula pasir hasil rampokan heheheh…. 😀

Iklan

Akhirnya Punya Blog

Akhirnya punya blog juga, heheheh yah walaupun masih newebie dan pake yang gratisan yang penting punya lah hahahah :v salam kenal dan manis